Resensi Film Anak Koin


Judul Film       : Anak Koin
Sutradara         : Chrisila Wentiasri    
R.Produksi      : Dekat Rumah Production
Durasi              : 33 menit
Genre              : Dokumenter

Sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/5368a75282cf17d24c000013/fakta-mengenai-anak-anak-koin-pelabuhan-penyebrangan-di-indonesia/

SINOPSIS :
Pelabuhan Bakauheni sebagai pelabuhan yang termasuk sibuk dalam menjalankan aktivitas jasa penyeberangan memunculkan banyak profesi baru yang tidak diakui legalitasnya. Anak Koin contohnya. Tak sedikit anak di lingkungan pelabuhan yang menggantungkan hidup mereka pada profesi penuh atraksi berbahaya dan terlarang ini. Agus akan membawa kita mengetahui bagaimana kehidupan anak koin sebenarnya.

ISI :
Anak koin, itulah sebutan bagi anak-anak yang berebut mengambil uang receh di film ini, uang tersebut dilemparkan oleh penumpang kapal ke laut sebelum kapal berlabuh di sekitar pelabuhan. Seringkali anak-anak koin itu berteriak kepada para penumpang supaya mereka dilemparkan uang receh ke laut, mereka mempunyai motto “Lemparkan kami uang, maka anda akan kami berikan hiburan”. Di film terlihat anak-anak lucu tersebut menaiki kapal, meminta uang tapi syaratnya penumpang harus melemparkan uangnya ke laut, setelah dilemparkan para anak anak itu berlomba-lomba mencari uang tersebut.

Agus, salah satu narasumber di film Anak Koin ini mengakui ia mendapatkan uang sebesar Rp. 50.000 kalau rame, dan jika hari libur ia mendapatkan uang hingga
Rp. 100.000 setiap harinya. Pendapatannya tersebut diberikan orang tua untuk keperluan keluarga. Agus sudah dari kelas 3 SD sudah menjadi anak koin, ia menyatakan kalau ini bukan lagi hobi namun ini sudah profesi tetapnya, ia rela berhenti sekolah demi menjadi anak koin. Berkat semangatnya dan ketekunannya agus sudah bisa membeli handphone dan motor dari profesinya tersebut.

Kebiasaan anak-anak koin di Pelabuhan Bakauheni terbilang agak tidak wajar Karena anak-anak disana perokok, termasuk agus juga perokok namun ia bukan peminum. Ayah agus tahu anaknya perokok, namun tidak dimarahi. Ayahnya akan marah bila ia minum minuman keras, begitu pengakuan agus ketika diwawancari. Ia dan teman-teman anak koin lainnya bertingkah lucu, menghibur, dan juga santai ketika kamera merekam mereka.

Anak-anak koin mengaku ketakutan ketika ada petugas kepolisian berjaga di pelabuhan Bakauheni, ia takut ditangkap Karena kemarin teman-temannya sudah pernah diusir dengan tembakan karet, yang paling menyedihkan ketika temannya meninggal Karena didorong oleh mariner kapal.
Agus di rumah biasanya membantu orang tuanya serta mengasuh adik kecilnya, tak jarang juga agus membantu ibunya memasak di dapur hanya menggunakan kayu bakar saja. Ayah Agus mengaku merelakan profesi agus seperti itu, namun ayahnya ingin Agus tetap bisa bersekolah hanya saja Agus tidak mau, Ayahnya pernah marah hingga mengikat dan meninggalkannya di kendang agar ia mau sekolah, namun hingga sekarang ia memutuskan untuk berhenti bersekolah. Selain itu, Agus juga ingin dibelikan kambing oleh bapaknya, hanya saja ia tak mau.
Agus sebenarnya khawatir akan dirinya, namun ia tetap nekat Karena kalau ia tidak menjadi anak koin, dia bingung mau jadi apa. Dia senang menjadi anak koin Karena bisa renang dan mandi langsung, selain itu dia dan teman-temannya yang lain juga punya potensi penyelam atau perenang yang hebat tanpa alat bantuan. Teman ayahnya Agus yang berprofesi sama dengan agus mengatakan kalau Anak-anak koin seperti ini Karena factor ekonomi.
“Yaa kalau gak punya duit, pekerjaan apapun rela dikerjain” Kata teman ayahnya Agus.

KELEBIHAN FILM ANAK KOIN
Kelebihan dari film ini adalah mengangkat kisah yang unik dan menarik, penonton sangat terhibur oleh anak-anak koin tersebut, di dalam film ia banyak bertingkah lucu. Pengambilan gambar serta kualitas audio di film ini sangat perfect.

KEKURANGAN FILM ANAK KOIN
Kekurangannya menurut saya adalah subtitlenya Bahasa inggris, saya tidak terlalu mengerti dengan Bahasa inggris. Saya lebih setuju bila anak-anak koin menggunakan Bahasa daerah harusnya subtitlenya Bahasa Indonesia, bila narasumber film menggunakan Bahasa Indonesia baru lebih enak pakai subtitle Bahasa Inggris.

PENDAPAT SAYA :

Di dalam film terdapat Bahasa yang saya tidak mengerti serta subtitlenya juga rumit Karena menggunakan Bahasa Inggris, walaupun demikian saya mengerti dan saya merasa sangat terhibur. Alangkah baiknya subtitlenya digunakan Bahasa Indonesia ketika ia menggunakan Bahasa daerah.

Komentar